
Laki-laki tersebut sangat bernafsu melihat jilbaber yang sudah tak mengenakan celana dalam itu.Perasaan gemes dan penasaran terhadap memek jilbaber kini terobati sudah.
Dibelai-belainya daging indah kemaluan Khusnul, sementara sang jilbaber tersebut hanya merintih dan mendesah.
"Memek yang cantik... Memek Yang Indah Sayang... Memek jilbaber.. !"
kata lelaki itu
geram sambil menjambak rambut kemaluan Khusnul. Gadis itu mengerang
lagi...
Lelaki itu tiba-tiba mundur dan sebuah tendangan melayang tepat ke
vagina telanjang itu. Suara berdebuk terdengar keras diiringi erangan
panjang gadis itu. Vagina Khusnul langsung terlihat memerah.
"Cukup. Skor satu sama. Sekarang telanjangi cewek ini. Kita
lihat...kuat nggak memeknya lawan 5 kontol!"
Khusnul panik tapi tak bisa berbuat apapun. Kelima lelaki itu seperti
kawanan serigala. Mencabik-cabik pakaiannya, hingga akhirnya tinggal
jilbab dan kaus kaki yang melekat di tubuhnya.
From http://muslimahx.aimoo.com
Sambil merokok, pimpinan komplotan itu berlutut di depan Khusnul. Jari-
jarinya kemudian menguakkan bibir vagina Khusnul selebar-lebarnya,
seolah hendak merobeknya. Khusnul mengerang kesakitan. Tapi itu belum
apa-apa. Lelaki itu mendekatkan wajahnya ke arah pangkal pahanya....
CESSSSSS....
"Euuungggggggghhhhhhhhhhh....!!!"
Khusnul mengerang keras dan panjang.
Kepalanya digeleng-gelengkannya menahan sakit. Rokok di mulut lelaki
itu masuk jauh ke dalam liang kelaminnya yang basah dan padam di
situ. Lelaki itu meninggalkan rokoknya terjepit vagina Khusnul dan
hanya tampak bagian filternya saja.
Sementara Khusnul masih mengerang dan air mata menitik dari kedua
matanya.
Tubuhnya yang tergantung kini diputar menghadap ke dalam
kamar. Matanya membelalak melihat Uswatun dan Halimah terikat dan
telanjang bulat di ranjang.
Dua temannya yang sudah siuman pun sama
takutnya melihat Khusnul yang tengah dipermainkan. Entah berapa pasang
tangan meremas-remas keras kedua payudaranya, memilin dan menarik-
narik putingnya.
Khusnul ketakutan ketika lelaki di depannya menyalakan sebatang rokok
lagi. Ia mengerang dan meronta sejadinya waktu api dari korek gas
didekatkan ke selangkangannya.
Dan...api itu membakar rambut
kemaluannya.
Panas, tapi tak sampai melukai kulit kelaminnya. Aroma
rambut terbakar memenuhi kamar Uswatun.
Khusnul mengerang saat kelaminnya diremas-remas dan dengan tiba-tiba
rambut yang tersisa dijambak. Saat itulah dilihatnya seorang lelaki
mendekati Uswatun dan Halimah. Kedua gadis itu mengerang saat jari
telunjuk dan tengah kanan dan kiri lelaki itu ditusukkan jauh ke
dalam kelamin keduanya.
Lelaki itu kini berdiri di hadapan Khusnul sambil mengacungkan empat
jari berlumur sperma.
"Aku masih kasihan sama kamu. Ini supaya kamu
nggak terlalu kesakitan," katanya sambil menyusupkan dua jari ke
liang vagina Khusnul.
Masuk dua ruas, Khusnul menggeliat-geliat. Lelaki itu menggerakkan
jarinya memutar, seolah hendak melumasi pintu lubang kemaluan gadis
itu.
"Sudah siap bos. Silakan menikmati memek perawan sok tahu ini !"
katanya kepada pemimpin gank itu. Celah vagina Khusnul kini tampak
mengkilat.
Khusnul panik. Ia melihat lelaki itu mendekat dengan penis yang panjang
dan besar, mengacung ke arah pangkal pahanya. Ia mengerang-erang saat
mulai merasakan benda mengHalimahn itu menekan liang vaginanya. Sperma
yang dioleskan tadi memudahkan kepala penis itu masuk. Tapi cuma
berhenti di situ.
Sebab, lorong selebihnya betul-betul kering.
Khusnul mulai kesakitan. Apalagi, di belakang lelaki dengan jari
berlumur sperma menusuk anusnya dengan telunjuk. Lalu, dua jaripun
menusuk-nusuk lubang sempit itu. Kepala gadis itu terdongak ketika
salah satu putingnya dihisap kuat-kuat dan tiba-tiba saja digigit
agak keras.
Rasa sakit di pucuk payudaranya belum lagi hilang, lelaki di depannya
mendengus lalu mendorong pinggangnya maju. Suara erangan Khusnul
seperti hewan disembelih saat vaginanya akhirnya ditembus. Tapi itu
belum seberapa, seorang lagi menyodominya. Gadis itu kini bagai
sepotong sosis yang terjepit roti sandwich.
Kelima lelaki itu seperti kesetanan.
From http://muslimahx.aimoo.com
Begitu satu lelaki selesai
menumpahkan spermanya di dalam vagina maupun anus Khusnul, lelaki yang
lain langsung menggantikannya. Tepat saat lelaki kelima menyelesaikan
hajatnya, Khusnul pingsan. Kepalanya terkulai lemah.
Kelima lelaki itu tertawa-tawa sambil memandangi korban terakhir
mereka. Dari celah pangkal paha Khusnul mengalir sperma bercampur darah
keperawanannya. Tubuh Khusnul kemudian diturunkan dari gantungan.
Namun, kedua tangannya kembali diikat ke belakang tubuhnya.
Giliran Uswatun dan Halimah yang berbaring bersebelahan yang ketakutan.
Sebab, Khusnul diangkat seorang lelaki dengan posisi kaki mengangkang.
Dari celah vaginanya masih terlihat cairan putih menetes-netes.
Uswatun menggeleng-geleng ketika selangkangan Khusnul didekatkan ke
wajahnya. Tapi tak urung wajah lembut gadis itu pun ternodai tetesan
sperma dari vagina Khusnul. Halimah pun diperlakukan serupa, sebelum
akhirnya Khusnul dibaringkan di sebelah mereka.
Kelima lelaki itu tak juga lelah mempermainkan korban-korbannya.
Pemandangan di kamar itu sungguh beraroma nista. Lima lelaki
telanjang bulat dengan tubuh mengkilap karena keringat, merubung tiga
gadis berjilbab, tetapi terbuka total di bagian bawahnya. Tak bosan-
bosannya mereka meremas-remas payudara ketiga gadis itu.
Pimpinan komplotan itu masih juga dirasuki dendam kepada Khusnul. Ia
ingin gadis itu merasakan penderitaan.
Disulutnya rokok, asapnya
dihembuskan ke wajah Uswatun. Gadis itu memalingkan wajahnya. Tapi
mendadak terdengar erang kesakitan Halimah. Sebabnya, lelaki itu
menyetuhkan batang korek api yang telah padam ke puting susunya.
Meski sudah padam, panasnya masih menyakiti bagian sensitif itu.
"Yuk, bangunin cewek ini. Kita kerjain sampai dia betul-betul kapok,"
katanya.
Sambil berkata begitu, ia menarik-narik kedua puting Khusnul yang masih
pingsan. Lalu, disentuhnya pelan puting kanan Khusnul dengan ujung
rokoknya. Spontan terdengar erangan gadis itu. Matanya berkerjap-
kerjap dan keningnya berkerut. Belum lagi ia sadar sepenuhnya,
giliran klitorisnya disundut rokok. Kali ini tubuhnya mengejang dan
dari mulutnya terdengar erangan panjang.
"Ha...ha...ha... bagus kamu sudah bangun. Sebab, kamu harus merasakan
sakitnya!" kata pemimpin komplotan sambil menjepit dua puting Khusnul
kuat-kuat dan menariknya ke atas hingga punggung gadis itu
melengkung.
Dari kaki ranjang, ia mengambil handuk kecil dan membungkus dua
jarinya dengan handuk putih itu. Khusnul meronta-ronta ketika jari
terbungkus handuk itu ditusukkan ke liang vaginanya. Di dalam, jari
lelaki itu bergerak berputar, menyapu segenap sudut vagina Khusnul.
Pedihnya tak terkira.
From http://muslimahx.aimoo.com
Ketika ditarik keluar, handuk putih itu terlihat bernoda lendir putih
bercampur noda merah. Tak cuma Khusnul, Uswatun dan Halimah pun mengalami
hal serupa. Keduanya mengerang dan meronta dengan sia-sia.
Lalu kelima lelaki itupun mengulangi lagi perkosaan atas ketiganya.
Vagina yang kering membuat ketiganya kembali merasakan pedih yang
amat sangat. Untuk pertama kali, Khusnul harus menahan mual di antara
rasa sakitnya, sebab mulutnya dipaksa mengulum penis salah satu
pemerkosanya.
Yang paling menyiksanya dan nyaris membuatnya kembali pingsan adalah
saat ia dipaksa menerima penis seorang lelaki di dalam vaginanya
dalam posisi duduk. Begitu penis itu menancap jauh, tubuhnya ditarik
pemerkosanya ke belakang, hingga kini ia berbaring di atas perut
pemerkosanya. Lalu, dari depan, seorang lelaki memaksa penisnya masuk
ke dalam vaginanya yang telah dipadati sebatang penis. Kalau saja
mulutnya tak tersumpal penis, Khusnul pasti sudah menjerit histeris,
karena sakit yang luar biasa.
Tapi ternyata itu baru permulaan. Sebab, kelima lelaki itu
menuntaskan hajat mereka dengan menumpahkan sperma ke dalam mulut
gadis itu.
Gadis itu lalu dipaksa berdiri lagi merapat ke lemari dan diikat
dengan tangan ke atas. Posisi itu membuat payudaranya membusung. Para
lelaki kemudian mengikat pangkal payudaranya dengan tali rafia hingga
kedua buah dadanya melembung seperti balon dan merah tua karena darah
mengumpul di situ.
Tak hanya itu kedua putingnya kemudian diikat dengan sehelai benang.
Di ujung masing-masing benang diikatkan sebuah batu baterai besar.
Khusnul merintih-rintih menahan pedih. Sementara dari sudut bibirnya
menetes sperma para pemerkosanya.
***
6 gadis masih tak berdaya di tempat masing-masing usai rangkaian
pemerkosaan brutal itu. Sementara para pemerkosanya kembali duduk
santai di ruang tamu. Mereka merancang sebuah rencana panjang atas
para korbannya sambil menunggu seorang lagi yang bakal datang pukul
15.00.
Yang mereka tunggu pun datang, tepat pukul 14.50. Seorang gadis
mungil berkaus ketat lengan panjang merah jambu dan jilbab pendek
sewarna. Penampilannya khas gadis masa kini. Berjilbab, tetapi
keseksian tubuh justru ditonjolkan. Itu pula yang terlihat padanya.
Gundukan kecil sepasang payudara tampak mencuat di balik kaus
ketatnya. Begitu ketatnya, sampai-sampai garis branya tercetak jelas
di sana. Sementara celana kaus ketat hitamnya pun memperlihatkan
lekuk pangkal pahanya dengan jelas. Pemandangan indah itulah yang
disaksikan para lelaki dari balik kaca ketika gadis itu mengetuk
pintu.
From http://muslimahx.aimoo.com
Pintu dibuka. Gadis itu tampak agak terkejut melihat 5 lelaki di
ruang tamu.
"Silakan masuk Mbak, sudah ditunggu Mbak Halimah," kata yang membuka
pintu.
Tapi gadis itu berusaha tak peduli. Ia pun duduk di kursi kosong,
terpisah dari para lelaki.
"Teman kuliah Mbak Halimah ya?" tanya pimpinan komplotan.
"Bukan," jawabnya singkat.
"Eh...mbak siapa namanya...kuliah di mana?"
lanjut lelaki itu sambil
mengulurkan tangan dan menyebutkan namanya.
Tak ingin bersikap kaku, gadis itu membalas jabat tangan lelaki itu.
"Lina...saya nggak kuliah kok,"
sahutnya sambil sedikit tersenyum.
"Oh...kerja ya Mbak? Di mana?"
"Saya wartawan..." lanjut Lina.
Gadis itu agak menikmati kekaguman
yang terpancar di wajah para lelaki. Tapi ia tak sadar, di balik
pandang kagum itu tersimpan nafsu yang besar.
"Wah, hebat. Tapi jadi wartawan bahaya lho buat perempuan secantik
Mbak," lelaki itu mulai menebar perangkap.
Wajah Lina memerah, setengah senang setengah malu, selebihnya mulai
jengkel.
"Ah, biasa saja," katanya.
"Betul Mbak, bahaya. Apalagi, biar pakai jilbab, Mbak kelihatan seksi
lho!"
"Mbak Halimahnya mana sih?"
sahutnya coba mengalihkan perhatian.
"Ngomong-omong, itu susu ukuran berapa sih?"
lanjut lelaki itu
diikuti tawa teman-temannya.
Lina kini kelihatan marah.
"Kalian ngomong apa sih? Jangan kurangajar
gitu dong!" katanya sambil berdiri.
"Eh, jangan marah gitu dong. Saya kan cuma tanya ukuran susu. Pegang
juga belum," kata lelaki itu.
"Ihh...sebel!" kata Lina sambil berbalik ke arah pintu.
Tapi tiba-tiba tubuhnya direngkuh dari belakang dan sebilah belati
menekan lehernya.
"Aiiii...ap...apa-apaan ini," katanya coba meronta. Tapi tubuh
mungilnya kalah kuat. Ia didorong ke tengah para lelaki.
"Nggak usah ribut, sayang. Nurut saja, kalau nggak ingin susu kecil
ini copot dari badanmu,"
kata pimpinan komplotan sambil menjumput
gundukan kecil di dada Lina. Lina menggigit bibirnya menahan ngilu.
Ia kini tak berdaya, sebab kedua tangannya diikat ke belakang. Maka
leluasalah para lelaki menjamah sekujur tubuhnya. Payudaranya yang
cuma sekepalan tangan mungilnya menjadi sasaran favorit. Bahkan, dari
luar t-shirt ketatnya, seseorang menemukan putingnya dan terus
memilin-milinnya.
From http://muslimahx.aimoo.com
"Awwwhhh...aduhhh, sudah dong...aduhhhh,
lepaskan...saya....aduhhh...saya janji nggak lapor
polisi...adududuhhhhh...mmmfff...."
Lina makin kesakitan, tapi ia tak
bisa berteriak. Salah satu lelaki menciumnya dengan amat bernafsu,
sementara pangkal pahanya diremas-remas dengan kasar. Begitu pula
kedua gundukan pantatnya.
Lina kini dibaringkan di meja ruang tamu. Kedua kakinya ditekuk ke
atas hingga mengangkang seluas-luasnya. Lina nyaris menjerit ketika
melihat sebatang penis besar di depan wajahnya. Tapi mulutnya
langsung terbungkam karena penis itu dipaksa masuk ke mulutnya yang
mungil.
Gadis itu betul-betul tak berkutik. Ia merasakan t-shirtnya ditarik
ke atas, lalu bra-nya dibetot hingga putus. Lina nyaris menggigit
penis di dalam mulutnya karena sakit luar biasa akibat kedua
putingnya dijepit dan ditarik-tarik.
Lina makin panik waktu celana kaus ketatnya di bagian pangkal paha
digunting hingga memperlihatkan celana dalam putihnya. Cd-nya pun
mengalami hal serupa, sobek di bagian tengah. Para lelaki berebut
melihat dari celah itu, vaginanya yang mulus, nyaris tanpa rambut.
Tubuh Lina mengejang dan dari mulutnya yang terbungkam terdengar
erangan kesakitan. Ternyata pimpinan komplotan menusukkan satu
jarinya ke liang vaginanya sejauh-jauhnya. Keperawanannya hilang
hanya oleh satu tusukan.
Pedihnya belum hilang saat penis yang beberapa kali lipat lebih besar
dari jari, ganti menusuk vaginanya.
"Hebat...aku dapat memek wartawati....hihhh...hihhh..." katanya
sambil mendorong pinggangnya jauh, sekuat tenaga.
Lina nyaris pingsan ketika semburan cairan kental memenuhi rongga
mulutnya, lalu menyusul cairan yang hangat di dalam rongga vaginanya.
Tapi para lelaki tak memberinya kesempatan beristirahat. Segera saja
ada yang menggantikan posisinya.
Darah menodai pangkal pahanya. Tapi itu tak membuat seorang di antara
mereka menusukkan penisnya ke anusnya yang sempit. Kali ini Lina
mencapai batas kemampuannya. Ia pingsan. Tapi tetap saja perkosaan
berlanjut, sampai semua lelaki kehabisan tenaga, membiarkan Lina
tergeletak dengan paha mengangkang yang memperlihatkan gumpalan
sperma bernoda darah di situ, serta mulut mungilnya yang meneteskan
sperma. Sepasang payudaranya yang mungil tampak merah kebiruan bekas
remasan kasar. Salah satu putingnya lecet dan menitikkan darah.
From http://muslimahx.aimoo.com
*****
Para pemerkosa itu tampaknya belum betul-betul puas. Mereka
memasukkan motor Lina ke garasi dan mengunci rapat pagar rumah serta
menutup korden ruang tamu. Kini tak ada yang mengira ada kehidupan di
dalam. Para tetangga pun menyangka para mahasiswi yang kos di situ
tengah pulang kampung.
Hari mulai gelap ketika 7 gadis berjilbab dikumpulkan di ruang
tengah. Semua telah sadar dari pingsannya. Dan semua kini dalam
ketakutan luar biasa. Kelima lelaki itu di depan mereka masing-masing
memegang sebuah botol minuman keras dan menenggaknya.
Para gadis dalam kelelahan dan kesakitan luar biasa. Mereka tak punya
keberanian lagi untuk melawan, apalagi di tangan para lelaki
tergenggam berbagai senjata tajam. Tapi mereka agak lega ketika satu
persatu diperintah untuk mandi di kamar mandi yang terbuka dan
kembali berpakaian rapi, namun tanpa pakaian dalam lagi.
Kini di ruang tengah itu berkumpul 7 gadis berjilbab.
"OK, sekarang waktunya pesta. Kamu berdiri, kita akan buat album
foto!" pimpinan komplotan menunjuk Lina.
Gadis mungil itu ketakutan. Perlahan ia berdiri di depan 6 temannya.
Pangkal celananya yang sobek tak begitu tampak. T-shirt ketatnya
masih menampakkan bentuk payudaranya yang tak seberapa besar. Kali
ini putingnya tampak membayang, karena ia tak mengenakan bra.
"Ayo, joget dan mulai lepaskan baju dan celanamu. Jilbabmu nggak usah
dilepas," lelaki itu melanjutkan.
Kebetulan TV menyiarkan lagu-lagu dangdut. Dengan iringan dangdut
itulah Lina mulai bergoyang. Kilatan lampu blitz menerpa tubuhnya
saat ia mulai melepas celana panjang ketat disusul celana dalamnya.
Lalu, t-shirtnya pun lepas. Sementara para gadis dipaksa
memperlihatkan kegembiraan dengan bertepuk tangan dan tertawa-tawa.
Ketika Lina usai, ia ganti duduk di tengah rekannya yang lain.
Lalu,
gadis-gadis lain mendapat giliran menari striptease.
Dari keadaan
tertutup rapat, gadis-gadis jilbaber itu kini telanjang bulat, kecuali jilbab
di kepala mereka.
Ketujuh gadis itu kemudian difoto dengan beragam pose. Termasuk di
antaranya pose seolah mereka sedang berpesta lesbian. Uswatun difoto
dalam keadaan berdiri dengan Khusnul di bawah menjilati
selangkangannya, sedang di belakangnya Halimah memegangi kedua
payudaranya. Ketujuh gadis itu juga difoto saat mulut mereka mengulum
penis.
From http://muslimahx.aimoo.com
Khusnul bahkan difoto dengan leher botol menusuk vaginanya dan
kedua putingnya dihisap Inda dan Aisyah.
Usai sesi fotografi itu, ketujuh gadis dibaringkan di lantai dan satu
persatu para lelaki kembali menyetubuhi mereka. Pesta gila itu
berlangsung semalam suntuk. Ketujuh gadis berulangkali pingsan akibat
kelelahan dan sakit amat sangat. Menjelang pagi, baru para lelaki itu
merasa puas.
Tapi mereka tak segera pulang. Setelah ketujuh gadis itu
betul-betul siuman, mereka kembali dikumpulkan di ruang tengah, masih
tanpa busana dan jilbab yang kusut serta sekujur tubuh yang basah
oleh sperma.
"Oke, kalian semua sungguh memuaskan. Tapi ingat, lain kali kami akan
datang lagi kapanpun kami mau. Atau, kalian yang datang ke mana kami
perintahkan. Ingat, foto-foto kalian akan tersebar di kampus dan di
internet jika kalian berani bicara kepada siapapun," kata pimpinan
komplotan itu.
"Mengerti?!" katanya sambil meremas payudara Khusnul. Gadis itu
mengangguk lemah. Pertanyaan serupa diajukannya kepada 6 gadis
lainnya, juga sambil mencengkeram payudara mereka.
***
Lima lelaki itu telah pergi. Tujuh gadis di rumah itu saling
berangkulan sambil terisak-isak. Mereka tak tahu apa yang harus
mereka lakukan. Tapi mereka sadar, mereka kini telah jadi budak seks
lima lelaki itu.
Berkaitan dengan suasana Hari Lebaran, Jika anda memiliki kisah erotis atau fantasi mesum jilbaber, pasanglah kisah anda di Forum muslimahx.aimoo.com
|