AKHWAT CENTER :: PUSATNYA PESTA SEX GADIS-GADIS BERJILBAB

KOMUNITAS PECINTA JILBABER


Menyingkap Pesona, Gairah & Sensualitas Gadis Berjilbab

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1429 H


Mohon Maaf Lahir & Batin






Selamat Berbahagia & Selamat Merayakan Kemenangan



Selamat MeNikmati Kisah Perkosaan 7 Jilbaber














Perkosaan 7 Jilbaber



Laki-laki tersebut sangat bernafsu melihat jilbaber yang sudah tak mengenakan celana dalam itu.Perasaan gemes dan penasaran terhadap memek jilbaber kini terobati sudah.

Dibelai-belainya daging indah kemaluan Khusnul, sementara sang jilbaber tersebut hanya merintih dan mendesah.

"Memek yang cantik...
Memek Yang Indah Sayang...
Memek jilbaber.. !"

kata lelaki itu geram sambil menjambak rambut kemaluan Khusnul. Gadis itu mengerang lagi... Lelaki itu tiba-tiba mundur dan sebuah tendangan melayang tepat ke vagina telanjang itu. Suara berdebuk terdengar keras diiringi erangan panjang gadis itu. Vagina Khusnul langsung terlihat memerah. "Cukup. Skor satu sama. Sekarang telanjangi cewek ini. Kita lihat...kuat nggak memeknya lawan 5 kontol!" Khusnul panik tapi tak bisa berbuat apapun. Kelima lelaki itu seperti kawanan serigala. Mencabik-cabik pakaiannya, hingga akhirnya tinggal jilbab dan kaus kaki yang melekat di tubuhnya.

From http://muslimahx.aimoo.com
Sambil merokok, pimpinan komplotan itu berlutut di depan Khusnul. Jari- jarinya kemudian menguakkan bibir vagina Khusnul selebar-lebarnya, seolah hendak merobeknya. Khusnul mengerang kesakitan. Tapi itu belum apa-apa. Lelaki itu mendekatkan wajahnya ke arah pangkal pahanya....

CESSSSSS.... "Euuungggggggghhhhhhhhhhh....!!!"

Khusnul mengerang keras dan panjang. Kepalanya digeleng-gelengkannya menahan sakit. Rokok di mulut lelaki itu masuk jauh ke dalam liang kelaminnya yang basah dan padam di situ. Lelaki itu meninggalkan rokoknya terjepit vagina Khusnul dan hanya tampak bagian filternya saja.

Sementara Khusnul masih mengerang dan air mata menitik dari kedua matanya.

Tubuhnya yang tergantung kini diputar menghadap ke dalam kamar. Matanya membelalak melihat Uswatun dan Halimah terikat dan telanjang bulat di ranjang.

Dua temannya yang sudah siuman pun sama takutnya melihat Khusnul yang tengah dipermainkan. Entah berapa pasang tangan meremas-remas keras kedua payudaranya, memilin dan menarik- narik putingnya.

Khusnul ketakutan ketika lelaki di depannya menyalakan sebatang rokok lagi. Ia mengerang dan meronta sejadinya waktu api dari korek gas didekatkan ke selangkangannya.

Dan...api itu membakar rambut kemaluannya.

Panas, tapi tak sampai melukai kulit kelaminnya. Aroma rambut terbakar memenuhi kamar Uswatun. Khusnul mengerang saat kelaminnya diremas-remas dan dengan tiba-tiba rambut yang tersisa dijambak. Saat itulah dilihatnya seorang lelaki mendekati Uswatun dan Halimah. Kedua gadis itu mengerang saat jari telunjuk dan tengah kanan dan kiri lelaki itu ditusukkan jauh ke dalam kelamin keduanya.

Lelaki itu kini berdiri di hadapan Khusnul sambil mengacungkan empat jari berlumur sperma.

"Aku masih kasihan sama kamu. Ini supaya kamu nggak terlalu kesakitan," katanya sambil menyusupkan dua jari ke liang vagina Khusnul. Masuk dua ruas, Khusnul menggeliat-geliat. Lelaki itu menggerakkan jarinya memutar, seolah hendak melumasi pintu lubang kemaluan gadis itu.

"Sudah siap bos. Silakan menikmati memek perawan sok tahu ini !"

katanya kepada pemimpin gank itu. Celah vagina Khusnul kini tampak mengkilat.

Khusnul panik. Ia melihat lelaki itu mendekat dengan penis yang panjang dan besar, mengacung ke arah pangkal pahanya. Ia mengerang-erang saat mulai merasakan benda mengHalimahn itu menekan liang vaginanya. Sperma yang dioleskan tadi memudahkan kepala penis itu masuk. Tapi cuma berhenti di situ.

Sebab, lorong selebihnya betul-betul kering. Khusnul mulai kesakitan. Apalagi, di belakang lelaki dengan jari berlumur sperma menusuk anusnya dengan telunjuk. Lalu, dua jaripun menusuk-nusuk lubang sempit itu. Kepala gadis itu terdongak ketika salah satu putingnya dihisap kuat-kuat dan tiba-tiba saja digigit agak keras. Rasa sakit di pucuk payudaranya belum lagi hilang, lelaki di depannya mendengus lalu mendorong pinggangnya maju. Suara erangan Khusnul seperti hewan disembelih saat vaginanya akhirnya ditembus. Tapi itu belum seberapa, seorang lagi menyodominya. Gadis itu kini bagai sepotong sosis yang terjepit roti sandwich. Kelima lelaki itu seperti kesetanan.

From http://muslimahx.aimoo.com
Begitu satu lelaki selesai menumpahkan spermanya di dalam vagina maupun anus Khusnul, lelaki yang lain langsung menggantikannya. Tepat saat lelaki kelima menyelesaikan hajatnya, Khusnul pingsan. Kepalanya terkulai lemah. Kelima lelaki itu tertawa-tawa sambil memandangi korban terakhir mereka. Dari celah pangkal paha Khusnul mengalir sperma bercampur darah keperawanannya. Tubuh Khusnul kemudian diturunkan dari gantungan. Namun, kedua tangannya kembali diikat ke belakang tubuhnya. Giliran Uswatun dan Halimah yang berbaring bersebelahan yang ketakutan. Sebab, Khusnul diangkat seorang lelaki dengan posisi kaki mengangkang. Dari celah vaginanya masih terlihat cairan putih menetes-netes. Uswatun menggeleng-geleng ketika selangkangan Khusnul didekatkan ke wajahnya. Tapi tak urung wajah lembut gadis itu pun ternodai tetesan sperma dari vagina Khusnul. Halimah pun diperlakukan serupa, sebelum akhirnya Khusnul dibaringkan di sebelah mereka.

Kelima lelaki itu tak juga lelah mempermainkan korban-korbannya. Pemandangan di kamar itu sungguh beraroma nista. Lima lelaki telanjang bulat dengan tubuh mengkilap karena keringat, merubung tiga gadis berjilbab, tetapi terbuka total di bagian bawahnya. Tak bosan- bosannya mereka meremas-remas payudara ketiga gadis itu. Pimpinan komplotan itu masih juga dirasuki dendam kepada Khusnul. Ia ingin gadis itu merasakan penderitaan.

Disulutnya rokok, asapnya dihembuskan ke wajah Uswatun. Gadis itu memalingkan wajahnya. Tapi mendadak terdengar erang kesakitan Halimah. Sebabnya, lelaki itu menyetuhkan batang korek api yang telah padam ke puting susunya. Meski sudah padam, panasnya masih menyakiti bagian sensitif itu.

"Yuk, bangunin cewek ini. Kita kerjain sampai dia betul-betul kapok," katanya.

Sambil berkata begitu, ia menarik-narik kedua puting Khusnul yang masih pingsan. Lalu, disentuhnya pelan puting kanan Khusnul dengan ujung rokoknya. Spontan terdengar erangan gadis itu. Matanya berkerjap- kerjap dan keningnya berkerut. Belum lagi ia sadar sepenuhnya, giliran klitorisnya disundut rokok. Kali ini tubuhnya mengejang dan dari mulutnya terdengar erangan panjang.

"Ha...ha...ha... bagus kamu sudah bangun. Sebab, kamu harus merasakan sakitnya!" kata pemimpin komplotan sambil menjepit dua puting Khusnul kuat-kuat dan menariknya ke atas hingga punggung gadis itu melengkung. Dari kaki ranjang, ia mengambil handuk kecil dan membungkus dua jarinya dengan handuk putih itu. Khusnul meronta-ronta ketika jari terbungkus handuk itu ditusukkan ke liang vaginanya. Di dalam, jari lelaki itu bergerak berputar, menyapu segenap sudut vagina Khusnul. Pedihnya tak terkira.

From http://muslimahx.aimoo.com
Ketika ditarik keluar, handuk putih itu terlihat bernoda lendir putih bercampur noda merah. Tak cuma Khusnul, Uswatun dan Halimah pun mengalami hal serupa. Keduanya mengerang dan meronta dengan sia-sia. Lalu kelima lelaki itupun mengulangi lagi perkosaan atas ketiganya. Vagina yang kering membuat ketiganya kembali merasakan pedih yang amat sangat. Untuk pertama kali, Khusnul harus menahan mual di antara rasa sakitnya, sebab mulutnya dipaksa mengulum penis salah satu pemerkosanya. Yang paling menyiksanya dan nyaris membuatnya kembali pingsan adalah saat ia dipaksa menerima penis seorang lelaki di dalam vaginanya dalam posisi duduk. Begitu penis itu menancap jauh, tubuhnya ditarik pemerkosanya ke belakang, hingga kini ia berbaring di atas perut pemerkosanya. Lalu, dari depan, seorang lelaki memaksa penisnya masuk ke dalam vaginanya yang telah dipadati sebatang penis. Kalau saja mulutnya tak tersumpal penis, Khusnul pasti sudah menjerit histeris, karena sakit yang luar biasa.

Tapi ternyata itu baru permulaan. Sebab, kelima lelaki itu menuntaskan hajat mereka dengan menumpahkan sperma ke dalam mulut gadis itu. Gadis itu lalu dipaksa berdiri lagi merapat ke lemari dan diikat dengan tangan ke atas. Posisi itu membuat payudaranya membusung. Para lelaki kemudian mengikat pangkal payudaranya dengan tali rafia hingga kedua buah dadanya melembung seperti balon dan merah tua karena darah mengumpul di situ. Tak hanya itu kedua putingnya kemudian diikat dengan sehelai benang. Di ujung masing-masing benang diikatkan sebuah batu baterai besar. Khusnul merintih-rintih menahan pedih. Sementara dari sudut bibirnya menetes sperma para pemerkosanya.

***


6 gadis masih tak berdaya di tempat masing-masing usai rangkaian pemerkosaan brutal itu. Sementara para pemerkosanya kembali duduk santai di ruang tamu. Mereka merancang sebuah rencana panjang atas para korbannya sambil menunggu seorang lagi yang bakal datang pukul 15.00. Yang mereka tunggu pun datang, tepat pukul 14.50. Seorang gadis mungil berkaus ketat lengan panjang merah jambu dan jilbab pendek sewarna. Penampilannya khas gadis masa kini. Berjilbab, tetapi keseksian tubuh justru ditonjolkan. Itu pula yang terlihat padanya. Gundukan kecil sepasang payudara tampak mencuat di balik kaus ketatnya. Begitu ketatnya, sampai-sampai garis branya tercetak jelas di sana. Sementara celana kaus ketat hitamnya pun memperlihatkan lekuk pangkal pahanya dengan jelas. Pemandangan indah itulah yang disaksikan para lelaki dari balik kaca ketika gadis itu mengetuk pintu.

From http://muslimahx.aimoo.com
Pintu dibuka. Gadis itu tampak agak terkejut melihat 5 lelaki di ruang tamu.

"Silakan masuk Mbak, sudah ditunggu Mbak Halimah," kata yang membuka pintu. Tapi gadis itu berusaha tak peduli. Ia pun duduk di kursi kosong, terpisah dari para lelaki. "Teman kuliah Mbak Halimah ya?" tanya pimpinan komplotan.

"Bukan," jawabnya singkat. "Eh...mbak siapa namanya...kuliah di mana?"

lanjut lelaki itu sambil mengulurkan tangan dan menyebutkan namanya. Tak ingin bersikap kaku, gadis itu membalas jabat tangan lelaki itu. "Lina...saya nggak kuliah kok,"

sahutnya sambil sedikit tersenyum. "Oh...kerja ya Mbak? Di mana?"

"Saya wartawan..." lanjut Lina.

Gadis itu agak menikmati kekaguman yang terpancar di wajah para lelaki. Tapi ia tak sadar, di balik pandang kagum itu tersimpan nafsu yang besar. "Wah, hebat. Tapi jadi wartawan bahaya lho buat perempuan secantik Mbak," lelaki itu mulai menebar perangkap. Wajah Lina memerah, setengah senang setengah malu, selebihnya mulai jengkel.

"Ah, biasa saja," katanya.

"Betul Mbak, bahaya. Apalagi, biar pakai jilbab, Mbak kelihatan seksi lho!"

"Mbak Halimahnya mana sih?"

sahutnya coba mengalihkan perhatian. "Ngomong-omong, itu susu ukuran berapa sih?"

lanjut lelaki itu diikuti tawa teman-temannya. Lina kini kelihatan marah.

"Kalian ngomong apa sih? Jangan kurangajar gitu dong!" katanya sambil berdiri.

"Eh, jangan marah gitu dong. Saya kan cuma tanya ukuran susu. Pegang juga belum," kata lelaki itu.

"Ihh...sebel!" kata Lina sambil berbalik ke arah pintu.

Tapi tiba-tiba tubuhnya direngkuh dari belakang dan sebilah belati menekan lehernya.

"Aiiii...ap...apa-apaan ini," katanya coba meronta. Tapi tubuh mungilnya kalah kuat. Ia didorong ke tengah para lelaki.

"Nggak usah ribut, sayang. Nurut saja, kalau nggak ingin susu kecil ini copot dari badanmu,"

kata pimpinan komplotan sambil menjumput gundukan kecil di dada Lina. Lina menggigit bibirnya menahan ngilu. Ia kini tak berdaya, sebab kedua tangannya diikat ke belakang. Maka leluasalah para lelaki menjamah sekujur tubuhnya. Payudaranya yang cuma sekepalan tangan mungilnya menjadi sasaran favorit. Bahkan, dari luar t-shirt ketatnya, seseorang menemukan putingnya dan terus memilin-milinnya.

From http://muslimahx.aimoo.com


"Awwwhhh...aduhhh, sudah dong...aduhhhh,

lepaskan...saya....aduhhh...saya janji nggak lapor polisi...adududuhhhhh...mmmfff...."

Lina makin kesakitan, tapi ia tak bisa berteriak. Salah satu lelaki menciumnya dengan amat bernafsu, sementara pangkal pahanya diremas-remas dengan kasar. Begitu pula kedua gundukan pantatnya.

Lina kini dibaringkan di meja ruang tamu. Kedua kakinya ditekuk ke atas hingga mengangkang seluas-luasnya. Lina nyaris menjerit ketika melihat sebatang penis besar di depan wajahnya. Tapi mulutnya langsung terbungkam karena penis itu dipaksa masuk ke mulutnya yang mungil. Gadis itu betul-betul tak berkutik. Ia merasakan t-shirtnya ditarik ke atas, lalu bra-nya dibetot hingga putus. Lina nyaris menggigit penis di dalam mulutnya karena sakit luar biasa akibat kedua putingnya dijepit dan ditarik-tarik.

Lina makin panik waktu celana kaus ketatnya di bagian pangkal paha digunting hingga memperlihatkan celana dalam putihnya. Cd-nya pun mengalami hal serupa, sobek di bagian tengah. Para lelaki berebut melihat dari celah itu, vaginanya yang mulus, nyaris tanpa rambut. Tubuh Lina mengejang dan dari mulutnya yang terbungkam terdengar erangan kesakitan. Ternyata pimpinan komplotan menusukkan satu jarinya ke liang vaginanya sejauh-jauhnya. Keperawanannya hilang hanya oleh satu tusukan. Pedihnya belum hilang saat penis yang beberapa kali lipat lebih besar dari jari, ganti menusuk vaginanya.

"Hebat...aku dapat memek wartawati....hihhh...hihhh..." katanya sambil mendorong pinggangnya jauh, sekuat tenaga.

Lina nyaris pingsan ketika semburan cairan kental memenuhi rongga mulutnya, lalu menyusul cairan yang hangat di dalam rongga vaginanya. Tapi para lelaki tak memberinya kesempatan beristirahat. Segera saja ada yang menggantikan posisinya.

Darah menodai pangkal pahanya. Tapi itu tak membuat seorang di antara mereka menusukkan penisnya ke anusnya yang sempit. Kali ini Lina mencapai batas kemampuannya. Ia pingsan. Tapi tetap saja perkosaan berlanjut, sampai semua lelaki kehabisan tenaga, membiarkan Lina tergeletak dengan paha mengangkang yang memperlihatkan gumpalan sperma bernoda darah di situ, serta mulut mungilnya yang meneteskan sperma. Sepasang payudaranya yang mungil tampak merah kebiruan bekas remasan kasar. Salah satu putingnya lecet dan menitikkan darah.

From http://muslimahx.aimoo.com
***** Para pemerkosa itu tampaknya belum betul-betul puas. Mereka memasukkan motor Lina ke garasi dan mengunci rapat pagar rumah serta menutup korden ruang tamu. Kini tak ada yang mengira ada kehidupan di dalam. Para tetangga pun menyangka para mahasiswi yang kos di situ tengah pulang kampung. Hari mulai gelap ketika 7 gadis berjilbab dikumpulkan di ruang tengah. Semua telah sadar dari pingsannya. Dan semua kini dalam ketakutan luar biasa. Kelima lelaki itu di depan mereka masing-masing memegang sebuah botol minuman keras dan menenggaknya. Para gadis dalam kelelahan dan kesakitan luar biasa. Mereka tak punya keberanian lagi untuk melawan, apalagi di tangan para lelaki tergenggam berbagai senjata tajam. Tapi mereka agak lega ketika satu persatu diperintah untuk mandi di kamar mandi yang terbuka dan kembali berpakaian rapi, namun tanpa pakaian dalam lagi.

Kini di ruang tengah itu berkumpul 7 gadis berjilbab.

"OK, sekarang waktunya pesta. Kamu berdiri, kita akan buat album foto!" pimpinan komplotan menunjuk Lina.

Gadis mungil itu ketakutan. Perlahan ia berdiri di depan 6 temannya. Pangkal celananya yang sobek tak begitu tampak. T-shirt ketatnya masih menampakkan bentuk payudaranya yang tak seberapa besar. Kali ini putingnya tampak membayang, karena ia tak mengenakan bra.

"Ayo, joget dan mulai lepaskan baju dan celanamu. Jilbabmu nggak usah dilepas," lelaki itu melanjutkan.

Kebetulan TV menyiarkan lagu-lagu dangdut. Dengan iringan dangdut itulah Lina mulai bergoyang. Kilatan lampu blitz menerpa tubuhnya saat ia mulai melepas celana panjang ketat disusul celana dalamnya. Lalu, t-shirtnya pun lepas. Sementara para gadis dipaksa memperlihatkan kegembiraan dengan bertepuk tangan dan tertawa-tawa. Ketika Lina usai, ia ganti duduk di tengah rekannya yang lain.

Lalu, gadis-gadis lain mendapat giliran menari striptease.

Dari keadaan tertutup rapat, gadis-gadis jilbaber itu kini telanjang bulat, kecuali jilbab di kepala mereka.

Ketujuh gadis itu kemudian difoto dengan beragam pose. Termasuk di antaranya pose seolah mereka sedang berpesta lesbian. Uswatun difoto dalam keadaan berdiri dengan Khusnul di bawah menjilati selangkangannya, sedang di belakangnya Halimah memegangi kedua payudaranya. Ketujuh gadis itu juga difoto saat mulut mereka mengulum penis.

From http://muslimahx.aimoo.com
Khusnul bahkan difoto dengan leher botol menusuk vaginanya dan kedua putingnya dihisap Inda dan Aisyah.

Usai sesi fotografi itu, ketujuh gadis dibaringkan di lantai dan satu persatu para lelaki kembali menyetubuhi mereka. Pesta gila itu berlangsung semalam suntuk. Ketujuh gadis berulangkali pingsan akibat kelelahan dan sakit amat sangat. Menjelang pagi, baru para lelaki itu merasa puas.

Tapi mereka tak segera pulang. Setelah ketujuh gadis itu betul-betul siuman, mereka kembali dikumpulkan di ruang tengah, masih tanpa busana dan jilbab yang kusut serta sekujur tubuh yang basah oleh sperma.

"Oke, kalian semua sungguh memuaskan. Tapi ingat, lain kali kami akan datang lagi kapanpun kami mau. Atau, kalian yang datang ke mana kami perintahkan. Ingat, foto-foto kalian akan tersebar di kampus dan di internet jika kalian berani bicara kepada siapapun," kata pimpinan komplotan itu. "Mengerti?!" katanya sambil meremas payudara Khusnul. Gadis itu mengangguk lemah. Pertanyaan serupa diajukannya kepada 6 gadis lainnya, juga sambil mencengkeram payudara mereka. *** Lima lelaki itu telah pergi. Tujuh gadis di rumah itu saling berangkulan sambil terisak-isak. Mereka tak tahu apa yang harus mereka lakukan. Tapi mereka sadar, mereka kini telah jadi budak seks lima lelaki itu.



Berkaitan dengan suasana Hari Lebaran, Jika anda memiliki kisah erotis atau fantasi mesum jilbaber, pasanglah kisah anda di Forum muslimahx.aimoo.com






FREE Unlimited Adult Hosting!